Langsung ke konten
EN ID
Rinjani-Lombok MIDAS
Berita

Peringati Hari Geodiversity Internasional 2026; Geopark Rinjani dan Unhas Gelar Dialog Perlindungan Warisan Geologi

, 2 menit baca

Universitas Hamzanwadi menjadi tuan rumah peringatan International Geodiversity Day 2026, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Geopark Rinjani-Lombok dan Geopark Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan hari geodiversity internasional 2026 dihadiri oleh; dihadiri para dosen, mahasiswa, komunitas dan pegiat lingkungan di NTB.

Dalam kesempatan ini Geopark Rinjani-Lombok dan Geopark Tambora berbagi cerita tentang kekayaan warisan geologi di NTB dan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan kedua lembaga tersebut.

Manajer Riset, Pengembangan, dan Kerja Sama Antarlembaga Geopark Rinjani-Lombok, Melliawati, menyampaikan bahwa peringatan Hari Geodiversity Internasional menjadi momen penting untuk kembali mengenalkan keunggulan warisan geologi kepada masyarakat, khsusunya mahasiswa dan anak muda. "Setiap 6 Oktober, dunia diajak untuk kembali mengenal geodiversity ATAU keragaman unsur geologi yang membentuk bumi, dari batuan, mineral, fosil, bentang alam hingga proses geologi," ujar Melliwati.

Menurut Melliawati, di Nusa Tenggara Barat, cerita tentang geodiversity hadir dari dua geopark: Geopark Rinjani-Lombok dan Geopark Tambora.

"Tahun ini, peringatan Geodiversity Day menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga di NTB," tambahnya.

Melliawati menambahkan, selain itu yang tak kalah pentignya adalah terkait implementasi program perlindungan warisan berbasis akar rumput yang melibatkan mahasiswa, pemuda, komunitas, dan perguruan tinggi.

“Kami Geopark Rinjani-Lombok terbuka untuk menjalin kolaborasi antar semua pihak, komunitas anak muda dan perguruan tinggi,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Geopark Rinjani-Lombok berbagi cerita tentang profil geopark, geodiversity, dan warisan geologi. Tidak hanya itu, mereka juga mengenalkan upaya perlindungan warisan bumi berbasis akar rumput melalui keterlibatan pemuda, komunitas, mahasiswa, citizen science, dan perguruan tinggi.

Sementara itu, Geopark Tambora memaparkan sejarah letusan Gunung Tambora, kekayaan geodiversity, upaya pelestarian, hingga langkah menuju penetapan Inspiring UNESCO Global Geopark.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan dari Ketua Jaringan Geopark Internasional sekaligus Ketua Pusat Studi Bisnis dan Inkubasi Universitas Hamzanwadi, Mohammad Farid Zaini menyambut baik kegiatan tersebut.

Hari geodiversity internasional 2026 tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan kekayaan warisan bumi di NTB kepada komunitas akar rumput dan mahasiswa serta kalangan anak muda.

“Kami menyambut baik dan melalui event ini, kita semua bisa belajar tentang warisan geologi kita di Pulau Lombok dan Sumbawa,” ujarnya. (GR)